ayah...ibu...
bertahun rumah tegak di pangkuan bumi
merengkuh kehidupan kita lintas generasi
tibalah aku di masaku
anakmu kau menyebutku
penerusmu dalam garis nasab
kau sirami aku dg petuah klasikmu
menyela2 telingaku dg nafas ketulusanmu
merengkuhku disaat aku lemah
aku anakmu ibu ayah..
tapi tak selamanya aku didekapanmu
kini aku sudah menaiki tangga kehidupan
melewati satu titian masa meninggalkan yg lain
dan meninggalkan saat2 itu
disaat tangisku tak berhenti kecuali karnamu
dan disaat tawaku tak peduli meski kau terluka
tak peduli seberapa cinta yg ku miliki
itu tak kan mampu membalasmu
ibu ayah.. kini langkahku semakin jauh
rengkuhan rindu semakin melekat
dan mentari pun tak menghangatkanku
aku dituntut untuk menghadapi, bersabar, dan bertahan..
meskipun tanpamu..
Kamis, 19 Mei 2011
Senin, 09 Mei 2011
Job Less = Imagination More
Hari itu, sabtu.. weekend seperti biasa, aku menganggur di rumah. hampir tidak ada yg bisa aku kerjakan. menganggur mungkin bagi sbagian orang yg tdk pernah menganggur adl hal yg menyenangkan, terbebas dari pekerjaan, bisa bersantai santai seharian. Namun bagi orang yg terlalu lama menganggur, menganggur bagaikan penjara, seperti terkekang di ruangan dengan pintu yang terbuka, tapi kita tidak bisa lepas dari penjara itu. Aneh, tapi memang itu yang dirasakan oleh para penganggur, menganggur bukan lagi masalah kecil, tapi sudah menjelma menjadi masalah yang dapat menimbulkan masalah baru. menganggur juga dapat merusak mental kita, bukan hanya merusak tapi menghancurkan. bayangkan bagaimana rasanya dicap sebagai sampah masyarakat? sampah kedengarannya sudah jijik. tapi bagaimana juga jika orang yg di hina itu malah udah kebal? alangkah lucunya .. yaweslah.. dunia udah mulai mau kiamat *gaknyambung*. banyak orang yang sadar kalau hal yang dilakukannya itu tidak benar tapi msh mbulet *bingung* mencari menyalahkan orang lain. suatu ironi buat negeri ini juga, kalau para petingginya juga tidak lagi memperdulikan mana yang benar atau yang salah, tapi lebih kepada gengsi, prestis, dan kehormatan diri. menyadari kesalahan terlihat sepele namun tdk semudah itu melakukannya.
Menganggur membuat pikiran saya melayang kemana-mana, bahkan pada suatu titik yg sebenarnya tdk dapat saya jangkau, yaitu memperbaiki akhlak para manusia jaman sekarang. memikirkan bagaimana nasib negeri ini kedepannya. ingin rasanya melakukan perubahan besar, tapi saya sendiri juga masih sama saja dengan mereka, saya masih terbawa dg arus kebudayaan. kebudayaan bukan peraturan tapi kekuatannya jauh lebih besar dari peraturan.
Langganan:
Postingan (Atom)
